Keuntungan Minyak Jelantah

Keuntungan Minyak Jelantah

Bagi anda yang telah membaca Part 1 mengenai Minyak Jelantah, pasti anda akan berpikir bahwa minyak jelantah sangatlah berbahaya baik untuk manusia yang mengkonsumsinya ataupun bagi lingkungannya.

Minyak Jelantah memang berbahaya bagi yang mengkonsumsi atau lingkungannya, TAPI jangan langsung dibuang !

Minyak jelantah atau UCO ini juga dapat menjadi sumber penghasilan bagi anda. Sebelumnya kita perlu ketahui dulu keuntungan dari Minyak Jelantah itu sendiri, yang diantaranya ialah :

 

1. Dapat menjadi Sabun Cair

Jangan salah, minyak jelantah juga dapat menjadi sabun cuci tangan. Ini dikemukakan oleh Mahasiswa yang berasal dari Universitas Diponegoro  yang Gregorius Rionugroho. Mahasiswa yang kuliah di Jurusan Teknik Kimia ini mencoba membuat sabun cair menggunakan Minyak Jelantah dan Abu Kulit Buah Kapuk Randu.

Proses pembuatan minyak jelantah menjadi sabun cair ini, Rionugroho pertama-tama mencampurkan minyak jelantah dengan kalium hidroksida, Kalium hidroksida ini didapatkan dari Abu Buah Kapuk Randu yang memang mengandng senyawa kalium karbonat sebesar 78,5%, kemudian diekstraksi menjadi soda kue dan dilarutkan sehingga menjadi Kalium Hidroksida.

Proses selanjutnya yaitu memanaskan campuran Minyak Jelantah dengan Kalium Hidroksida hingga mencapai 110 derajat celsius dan dipanaskan selama satu jam, proses ini disebut proses saponifikasi. Proses ini bertujuan untuk menghasilkan sabun cair dan gliserol.

 

2. Menjadi Cairan Pembersih Lantai

Setelah kita lihat tadi bahwa Minyak Jelantah dapat menjadi sabun cair, ternyata Minyak Jelantah juga dapat menjadi Cairan Sabun Pembersih Lantai. Cairan ini telah dicoba dan dibuat oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Cairan eksperimen tersebut bernama “Karbol Milan”.

Karbol Milan ini memiliki beberapa aroma yaitu seperti jeruk nipis, apel, melati, dan bougenvil. Tim Mahasiswa tersebut memanfaatkan Minyak Jelantah ini karena merupakan jenis limbah yang dapat mencemari lingkungan dan tidak bisa larut dalam air.

Karbol UCO

 

3. Bahan Bakar Lampu

Minyak Jelantah juga bermanfaat untuk menjadi bahan bakar lampu minyak. Nah, kalau yang ini pasti bermanfaat untuk daerah-daerah yang masih belum memiliki aliran listrik ataupun daerah yang sering putus listrik. Cara membuat lampu minyak sendiri yaitu, sediakan wadah yang tidak mudah bocor atau tahan api dan tidak terbakar saat terkena api. Tuangkan minyak jelantah ke dalam wadah tersebut, lalu ambil segumpal kapas, padatkan kapas tersebut dan taruh di tengah-tengah wadah. Tunggu dulu hingga minyak meresap dan membasahi seluruh bagian kapan, selanjutnya ambil korek api dan nyalakan Lampu Minyaknya.

Jangan lupa untuk mematikan lampu minyak apabila tidak dipakai. Selalu waspada jika menggunakan Api !.

Lampu Minyak Jelantah

 

4. Menjadi Pupuk Penyubur Tanaman

Manfaat yang satu ini ditemukan oleh salah seorang pakar hortikultura yang berasal dari Australia Utara yaitu Chris Nathaniel. Pembuatan pupuk ini berasal dari pohon mangga yang terletah di sebuah pom bensi di Darwin, Australia. Penasaran karena buah dari pohon mangga tersebut berat-berat dan banyak, akhirnya Chris Nataniel berdugaan bahwa pohon tersebut sepertinya menyukai bau karbon dari bensin.

Sehingga Chris mulai membuat replika pupuk dari minyak sayur bekas pakai atau minyak jelantah, eksperimen tersebut membutuhkan 10 tahun, 160 kali percobaan, dan menghabiskan kurang lebih 60.000 Dollar Australia yang berarti dalam rupiah sekitar Rp. 600 Juta, hanya untuk mencari campuran komposisi nutrisi yang tepat.

Namun pupuk penyubur ini cuma perlu disemprotkan sedikit saja pada tanaman. Jangan menyemprotkan terlalu banyak karena dapat menutupi pori-pori pernafasan yang ada di daun. – Chris

 

5. Menjadi Biodiesel

Minyak Jelantah menjadi Biodiesel. Berkualitas tinggi karena kandungan airnya rendah. Pada prinsipnya pengolahan minyak jelantah menjadi Biodiesel ialah proses konversi trigliserida menjadi metil atau etil ester dan proses ini biasa disebut dengan transesterifikasi. Umumnya hasil olahan Minyak Jelantah dari proses menuju Biodiesel ialah Biodiesel itu sendiri yang berwarna kecoklatan dan merupakan larutan bagian atas, dan larutan bagian bawah yang berwarna hitam merupakan Gliserol.

Fasilitas Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah

Fasilitas Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah

Sekarang sudah tahu keuntungan Minyak Jelantah kan ? Kami dari PT. Borneo Sinergy Dua juga membuka peluang usaha buat kalian yang mempunyai Minyak Jelantah ataupun ingin menjadi agen yang bekerja bersama kami. Langsung saja hubungi bagian Marketing kami  WA/Telp : 0823 1296 7111 | Mail : arif.dimas@borneosinergy2.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: