Membuat Sabun Cair dari Minyak Goreng Bekas (Part 1)

Pemanfaatan Minyak Goreng Bekas

 

Minyak Jelantah 1

 

Minyak goreng merupakan bahan penting yang digunakan untuk memasak sehari-hari. Industri kuliner yang berkembang dengan pesat juga menjadi salah satu faktor yang menghasilkan minyak goreng bekas menjadi berjumlah banyak. Minyak goreng bekas ini apabila dikonsumsi dapat menyebabkan berbagai penyakit dan gangguan kesehatan dan apabila dibuang ke lingkungan dapat mencemari air dan tanah lingkungan tersebut, sehingga untuk mengatasi hal tersebut dianjurkan agar minyak goreng bekas dapat dimanfaatkan kembali, yang dimana salah satunya ialah dengan mengubahnya menjadi produk-produk hasil daur ulang minyak goreng seperti biodiesel, sabun cair, dll.

BACA JUGA : Manfaat dan Keuntungan Minyak Jelantah !

Pada artikel ini kita akan membahas tentang bagaimana pembuatan sabun cair, yang dimana kemampuan untuk menghilangkan dan membersihkan kotoran tidak kalah dengan sabun-sabun cair yang ada sekarang. Langsung saja sebelum diolah menjadi sabun cuci piring, minyak goreng bekas dimurnikan terlebih dahulu. Pemurnian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu penghilang kotoran (despicing), netralisasi dan pemucatan (bleaching).

Pembuatan sabun cuci ini memiliki beberapa tahapan proses yang diantara yaitu :

  1. Erlenmeyer
    Erlenmeyer merupakan gelas ukur, Gelas ukur adalah peralatan laboratorium yang biasanya berbahan kaca yang digunakan untuk mengukur volume cairan. Karena fungsi utamanya ialah mengukur volume, maka gelas ukur biasanya berbentuk silinder , dengan garis-garis penanda volume di bagian luarnya.
  2. TiO2 (Titanium dioksida)
    Pada konsentrasi kecil (<0,8>). TiO2 ada dalam tiga bentuk kristal: anatase, brookite, dan rutile. Biasanya diperoleh secara sintetik. Rutile adalah bentuk yang stabil terhadap perubahan suhu apabila diperoleh secara luas sebagai monokristal yang transparan.
  3. EDTA
    Ion besi yang mengkatalis proses degradasi oksidatif. Degradasi oksidatif akan memutuskan ikatan rangkap pada asam lemak membentuk rantai lebih pendek, alehid dan keton yang berbau tidak enak.

Untuk pembuatannya kita lanjutkan pada post selanjutnya ya! – End Part 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: