Minyak Jelantah Berbahaya !

Apa itu Minyak Jelantah ?

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat lepas dengan menggunakan minyak goreng, namun bila kita tidak teliti dengan melihat kondisi minyak yang kita gunakan maka hal tersebut dapat menyebabkan minyak tersebut menjadi berbahaya dan juga dapat menjadi sumber penyakit dan minyak tersebut menjadi Minyak Jelantah.

Minyak Jelantah merupakan minyak goreng yang telah dipakai berkali-kali untuk menggoreng, dan umumnya minyak jelantah berwarna kehitaman. Melakukan penggorengan dengan menggunakan minyak jelantah dapat beresiko untuk kesehatan. Minyak Goreng  seharusnya tidak dipakai lebih dari 3 kali/penggorengan, hal ini dikarenakan tiap kali minyak goreng digunakan kandungan lemak tidak jemu serta Vitamin A, D, E, serta K yang ada di minyak semakin menyusut, dan yang tersisa hanya asam lemak jemu yang dapat mengakibatkan penyakit seperti Jantung Koroner serta Stroke.

Minyak Goreng dianjurkan untuk tidak lebih dari 3 Kali pemakaian

Kenali ciri-ciri Minyak Jelantah

Sekarang juga telah beredar minyak-minyak hasil penyaringan dari Minyak Jelantah yang walau terlihat jernih dan seperti minyak baru namun kandungan di dalam minyak itu sendiri telah mengalami kerusakan dan tidak baik untuk tubuh.

Ketika mengkonsumsi minyak hasil penyaringan dari Minyak Jelantah ini dapat mengakibatkan timbulnya asam lemak trans yang dapat merubah kadar HDL Kolesterol, LDL Kolesterol dan keseluruhan Kolesterol yang juga dapat disebut sistem metabolisme darah berlangsung melalui sistem bagian berbentuk penumpukan dan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang berakhir pada penyakit Jantung.

Sehingga sebelum anda membeli makanan dan camilan seperti gorengan ataupun membeli minyak goreng, lihatlah terlebih dahulu apakah minyak yang digunakan bukan Minyak Jelantah yang berwarna hitam-kehitaman, dan minyak goreng yang anda beli bukan hasil saringan Minyak Jelantah yang memiliki ciri-ciri antara lain :

  • Minyak Jelantah berwarna kuning agak kemerah-merahan, sedangkan Minyak Curah asli berwarna Kuning.
  • Minyak Curah yang datang dari Minyak Jelantah agak cair serta tidak kental layaknya minyak curah asli.
  • Minyak Jelantah tidak berbuih, langkahnya pada waktu anda beli minyak, terlebih dahulu anda kocok minyak tersebut, dan apabila berbuih warna putih maka dapat dipastikan bahwa minyak tersebut merupakan minyak curah asli.
  • Minyak Jelantah berbau kurang segar namun pada minyak curah asli tidak berbau sedikitpun.

 

Dampak Minyak Jelantah Terhadap Lingkungan

Minyak Jelantah selain berdampak pada penggunanya, berdampak juga pada lingkungannya, apabila Minyak Jelantah dibuang baik ke tanah maupun air, maka Minyak Jelantah dapat mencemari lingkungannya.

Menurut laporan dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta pernah menyatakan bahwa hanya 3 persen badan air di DKI Jakarta yang memenuhi Baku Mutu Air. Hal ini antara lain dipicu oleh tingginya pencemaran dari Minyak Jelantah yang dibuang ke saluran air.

Namun jangan khawatir walaupun Minyak Jelantah berbahaya namun dapat juga menjadi Sumber Usaha dan menghasilkan bagi anda !

– End Part 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: